Rabu, 03 Oktober 2012

Agama dan Ilmu Pengetahuan


...Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang menciptakan  (QS. Al-Alaq,96 : 1)
    Ayat diatas merupakan ayat pertama yang datang dari sang pencipta dalam Al-Qur'an. Perintah untuk membaca dengan namaNya yang sudah menciptakan segala sesuatu. Sangat tersirat makna akan pentingnya membaca. Dalam hal yang lebih luas, punya equivalent dengan belajar, menuntut ilmu. Jelas lah akan pentingnya menuntut ilmu bagi manusia. 

Ada lagi hadits berikut, shaih tentunya
 Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim. [HR. Ibnu Majah, no:224, dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani di dalam Shahih Ibni Majah]
    Bahkan rasulullah mewajibkan setiap muslim untuk menuntut ilmu. Mewajibkan menuntut ilmu berarti menyetarakannya dengan ibadah wajib lain seperti shalat dan zakat. Yah gimana mau sholat yang bener kalo nga ada ilmunya. Kacau deh sholatnya Begitu pula zakat, kalo ga ada ilmunya bisa asal-asalan keluarkan zakatnya. Begitu pula menyangkut perkara-perkara lain dalam hidup ini.



   Jadi menuntut ilmu itu akan membimbing kita kepada jalan yang lurus. Kalo ilmu yang dipelajari itu bermanfaat tentunya. Terus, ilmu yang bermanfaat itu yang mana? Dari sudut pandang saaya, ilmu yang bermanfaat itu yang bisa berguna bagi kehidupan kita di dunia dan di akhirat. 

   Tapi kebanyakan mereka yang menuntut ilmu hanya mengejar kebahagian dunia semata. Mungkin dia belum mempelajari ilmu tentang akhirat. Atau malah tidak mau karena menganggap perkara tersebut belum pasti adanya. Masih ragu intinya. Mungkin golongan tersebut berkata, "ilmu itu jangan dikaitkan dengan agama. belakangan soal agama". Oh, come on... 

   Bahkan manusia paling berpengaruh tentang teori relativity nya, Albert Einstein, mengatakan "Religion without science is blind. Science without religion is paralyzed". Bang Einstein saja adalah seorang agamawan. Makna tersiratnya, jika kita hanya menuntut ilmu tanpa arahan agama dan beragama tanpa berilmu, keduanya akan equivalent dengan kesesatan.

   Sebagai renungan, hukum gravitasi yang berlaku di universe kita ini. Hukum yang menjelaskan akan daya tarik-menarik antara dua buah benda yang dipengaruhi massa benda terebut dan jaraknya satu sama lain. Bagi yang punya massa besar, akan lebih menarik benda yang massa nya lebih kecil sesuai dengan jarak kedua benda tersebut. Emang hukum gravitasi itu dari mana? Gravitasi sendiri hanya sebuah variabel yang diberikan oleh penemunya, Issac Newton. Tapi bukan berarti dari Newton hukum gravitasi tersebut. Nah terus dari mana dong?
 "Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman. Dan pada penciptaan kamu dan hewan-hewan yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kukuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini." (QS. Al-Jaatsiyah,45:3-4)

   Sesungguhnya agama itu mendorong ilmu pengetahuan. Sang pencipta telah menyediakan manusia fenomena-fenomena di universe ini, tinggal manusia lah yang mencari fakta-fakta tersebut. 

   Semoga renungan tentang ilmu pengetahuan ini dapat membuka pemikiran kita tentang pentingnya agama dan ilmu pengetahuan. Semoga kita terus dibimbing kejalan yang lurus.