Minggu, 15 Juli 2012

Perluasan Alam Semesta Dalam Al Qur'an

Di dalam Al Qur'an yang telah eksis sejak 14 abad yang lalu, dimana pada saat itu ilmu astronomi masih sangat primitif, perluasan alam semesta telah digambarkan seperti ini:
"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya" (QS. Adz Dzaariyat, 51:47)
Kata "langit", seperti dalam ayat ini, digunakan didalam Al Qur'an dengan arti ruang angkasa dan alam semesta. Pada ayat tersebut, kata itu digunakan lagi dengan arti tersebut. Dengan kata lain, dalam Al Qur'an diungkapkan bahwa alam semesta mengalami "perluasan". Sesuai dengan kesimpulan yang dicapai saat ini.




Hingga pada awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang berlaku di dunia sains adalah bahwa "alam semesta sifatnya konstan dan ada hingga waktu yang tak hingga". Tetapi setelah diadakan riset yang sangat kompleks, sesungguhnya alam semesta ini mempunyai permulaan, dan secara terus menerus meluas.

Sekitar awal abad ke-20, fsikawan Rusia, Alexander Friedman, dan kosmolog Belgia, Georges Lemaitre, secara teoritis menghitung bahwa alam semesta bergerak secara konstan dan meluas.

Juga telah dibuktikan oleh pengamatan pada tahun 1929. Ahli astronomi Amerika Serikat, Edwin Hubble, mengamati langit dengan teropong bintang, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi-galaksi secara konstan saling menjauh. Alam semesta, ketika segalanya bergerak saling menjauh berarti ia secara konstan meluas. Fakta tersebut telah dijelaskan didalam Al-Qur'an sekitar 14 abad yang lalu ketika fakta tersebut belum diketahui siapapun.

Yahya, Harun. 2004. "Al Quran dan Sains". Bandung : Dzikra  hal 81-82