Sabtu, 14 Juli 2012

Understanding Layer OSI

Oke, entri kali ini akan mengupas tentang layer OSI. Layer OSI (Open System Interconnection) merupakan pedoman dalam dunia networking yang sangat berguna untuk memahami bagaiaman dan apa-apa saja yang terjadi pada saat proses pertukaran data antara satu perangkat keperangkat lainnya. Tanpa layer OSI, network akan sulit untuk dimengerti dan diimplementasikan. 


Layer OSI terbagi menjadi tujuh layer yang mendeskripsikan bagaimana komunikasi berlangsung diantara dua buah komputer. Layer OSI sendiri dibuat oleh ISO (International Organization for Standardization) dengan ISO 7498-1. Rancangan layer OSI ini memungkinkan perangkat jaringan berkerja bersama, tidak masalah siapa yang membuat protokolnya dan siapa vendor dari perlatan tersebut. Mereka akan mengacu pada layer OSI dalam membuatnya. 


Berikut keuntungan yang didapatkan dengan adanya layer OSI :
  • Membantu user memahami gambaran besar jaringan
  • Membantu user memahami bagaimana fungsi dan hubungan antara hardware dan software
  • Membuat troubleshooting menjadi lebih mudah
  • Memudahkan para vendor yang ingin membuat peralatan jaringan sehingga dapat terkoneksi dengan peraltan dari vendor lain
  • Membantu user dalam memahami teknologi baru yang dikeluarkan


1. Layer Physical

 Garis besarnya, layer ini membahas mengenai bentuk fisik dari suatu network. Cakupannya hanya sebatas LAN. Bentuk fisiknya sendiri adalah peralatan-peralatan jaringan yang berada pada LAN. Peralatan tersebut antara lain :
  • Kabel
  • Adapter yang menghubungkan medi ke physical address
  • Connector dan pin
  • Hub dan repeater
  • Wireless
  • Parallel SCSI (Small Computer System Interface)
  • Network Interface Card (NIC)
 2. Layer Data Link

Layer ini menyediakan fungsi berikut :
  • Memungkinkan peralatan untuk mengakses jaringan dalam hal mengirim dan menerima pesan
  • Memberikan physical address (alamat fisik) kepada peralatan, sehingga dapat berkomunikasi dengan peralatan yang lain. Alamt fisik ini lebih dikenal dengan MAC address.
  • Bekerja dengan software jaringan ketika mengirim dan menerima pesan  
  • Menyediakan kemampuan dalam  error-detection
   Peralatan yang bekerja di layer data link :
  • Network Interface Card (NIC)
  • Switch
  • Bridges
 3. Layer Network 

Layer network menyediakan pengalataman logical secara end-to-end sehingga paket data dapat dirutekan kelayer dibawahnya (layer data link). Pada layer ini dikenal peralatan yang bernama router.

Peran router pada layer ini sangat dominan. Router sendiri merupakan peralatan yang fungsi utamanya adalah memisahkan dua jaringan yang berbeda. Dalam berhubungan dengan router yang lain menggunakan routing protokol, seperti RIP, OSPF, dan BGP. 

Router juga bertanggung jawab dalam segmentasi data. Segmentasi ini berlangusng ketika paket data melewati router dan menuju ke network lain. 

Pada layer ini juga, implementasi IP (Internet Protocol) dipergunakan. Sekilas, IP adalah pengalamatan secara logical pada sebuah perangkat. Didunia internet sekarang ini, semua yang terkoneksi ke internet pasti memiliki IP. Bukan manusianya yah.


4. Layer Transport

 Layer transport memberikan layanan komunikasi secara end-to-end antara end devices yang menghubungkan sebuah network. Bergantung dari aplikasi yang digunakan, layer transport dapat bersifat reliable, connection-oriented, atau unreliable

Beberapa fungsi dari layer transport :
  • Melakukan identifikasi sebuah aplikasi
  • Identifikasi secara client-side
  • Mengkonfirmasikan bahwa data yang dikirimkan utuh
  • Segmentasi data yang akan dilewatkan pada network
  • Mengontrol data yang masuk agar tidak membanjiri memory
  • Pendeteksian transmission-error
  • Menyusun kembali data yang tersegmentasi dipihak penerima data
Protokol yang paling sering digunakan pada layer ini adalah TCP dan UDP.

5. Layer Session 

Layer ini menyediakan berbagai layanan. Layer ini berfungsi dalam menjaga agar antar peralatan tetap terhubung, terkontrol, dan mengakhiri hubungan antar peralatan itu sendiri. Beberapa peranan lain layer sesison :
  • Koneksi virtual antara aplikasi
  • Sinkronasi aliran data
  • Connecting parameter negotiation
  • Memberitahukan data diterima selama sesi berlangsung
  • Mentransmisikan ulang data jika data tidak diterima oleh peralatan 
6. Layer Presentation

Bertanggung jawab mengenai bagaimana sebuah aplikasi memformat sebuah data sehingga dapat ditransmisikan atau ditampilkan. Layer presentation bertujuan agar suatu aplikasi dapat membahami data yang dikirimkan padanya.

Contoh fungsi dari layer presentation :
  • Enkripsi dan dekripsi data untuk menjaga keamanannya
  • Melakukan efisiensi terhadap data sehingga lebih efektif
  • Menerjemahkan konten, seperti gambar (.jpg), audio (.mp3), video (.mpg), dan konten lain
  
7. Layer Application 

Layer application, merupakan layer terakhir yang menampilkan hasil dari data yang telah melalui proses panjang dalam network. Seperti :
  • Halaman web
  • Email
  • Hasil download 

Rumor layer 8, 9, 10 

Apakah dirancang sebagai humor berlaka atau kode rahasia dari teknisi, layer 8, 9, dan 10 bukan merupakan bagian dari layer OSI

Simulasi Layer OSI




Sumber : Simoneau, Paul. 2006. "The OSI Model: Understanding the Seven Layers of Computer Network" Global Knowledge.